Wednesday, October 23, 2024

LAITS BIN SA'AD BIN 'ABDUR RAHMAN [الليث بن سعد]

Laits bin Sa'ad bin 'Abdur Rahman Al Fahmiy 
(Abu Al Harits, laqab: ), 

beliau adalah Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, 
hidup di Maru, 
wafat di (175 H).

Jumlah hadis: 

Bukhari 437, Muslim 298, Tirmidzi 170, Abu Dawud 148, 
Nasa'i 286, Ibnu Majah 122, Darimi 78, Ahmad 450, Malik 0

Komentar ulama:

Yahya bin Ma'in: Tsiqah
Ahmad bin Hambal: Tsiqah
Abu Zur'ah: Tsiqah
Muhammad bin Sa'd: Tsiqah
Ibnu Madini: Tsiqah Tsabat

YUNUS BIN MUHAMMAD BIN MUSLIM [يونس بن محمد بن مسلم المؤدب]

Yunus bin Muhammad bin Muslim 
(Abu Muhammad, laqab: Al Mu'addib), 

beliau adalah Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, 
hidup di Baghdad, 
wafat di (207 H).

Jumlah hadis: 

Bukhari 9, Muslim 18, Tirmidzi 12, Abu Dawud 4, 
Nasa'i 11, Ibnu Majah 17, Darimi 2, Ahmad 550, Malik 0

Komentar ulama:

Yahya bin Ma'in: Tsiqah
Ya'kub bin Syaibah: tsiqah tsiqah
Abu Hatim: Shaduuq
Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani: tsiqah tsabat
Adz Dzahabi: Hafizh

HUJAIN BIN AL MUTSANNAA [حجين بن المثني]

Hujain bin Al Mutsannaa 
(Abu 'Umar, laqab: ), 

beliau adalah Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, 
hidup di Himsh, 
wafat di Baghdad (205 H).

Jumlah hadis: 

Bukhari 1, Muslim 14, Tirmidzi 1, Abu Dawud 1, 
Nasa'i 7, Ibnu Majah 0, Darimi 0, Ahmad 60, Malik 0

Komentar ulama:

Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah
Adz Dzahabi: Tsiqah Qaadii Rais

'URWAH IBN MAS'UD AL-THAQAFI [( عروة بن مسعود بن معتب الثقفي ( رضي الله عنه]

Beliau adalah seorang Sahabat yang mulia Abu Mas’ud ‘Urwah bin Mas’ud bin Mu’tab bin Malik ats-Tsaqafi Radhiyallahu anhu. Masuk Islam setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi dari Tha-if, sebelumnya beliau memiliki peranan penting dalam perdamaian Hudaibiyyah, dia adalah orang yang dicintai dan ditaati oleh kaumnya, penduduk Tha-if. 

Maka ketika beliau mengajak mereka untuk masuk Islam, mereka semua membunuhnya dan ketika panah mereka mengenainya, dikatakan kepadanya, “Apakah yang engkau lihat tentang darahmu?” Dia menjawab, “Ini adalah kemuliaan yang Allah berikan kepadaku, syahadah yang dikaruniakan kepadaku, maka tidaklah di dalam diriku kecuali bagian yang didapatkan oleh para syuhada yang wafat bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum dia meninggalkan kalian,” lalu Nabi berkata tentangnya, “Perumpamaan ‘Urwah bagaikan Sahabat Yasin, dia mengajak kaumnya kepada jalan Allah, lalu mereka membunuhnya.”

Dan ada yang berpendapat, “Dialah yang dimaksud dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ هَٰذَا الْقُرْآنُ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ

“Dan mereka berkata, ‘Mengapa al-Qur-an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Makkah dan Tha-if) ini.” 

(QS. Az-Zukhruf/43: 31)

Lihat al-Istii’aab fii Ma’rifatil Ashhaab (III/1066-1067) tahqiq ‘Ali al-Bajawi, karya Ibnu ‘Abdil Barr, dan al-Ishaabah fii Tamyiizish Shahaabah (II/477-478), karya Ibnu Hajar dan Tajriidu Asmaa-ish Shahaabah (I/380), karya adz-Dzahabi.

Hadits ini tercantum dalam Shahiih Muslim, bab Dzikrul Masiih Ibni Maryam q (II/237-238, Syarh an-Nawawi).


Tuesday, October 22, 2024

DIHYAH BIN KHALIFAH AL-KALBI [( دحية بن خليفة الكلبي ( رضي الله عنه]

DIHYAH BIN KHALIFAH AL-KALBI RADHIYALLAHU ANHU, MALAIKAT JIBRIL MENJELMA DALAM RUPANYA

‘Awwanah bin al-Hakam berkata: “Manusia yang paling tampan rupanya, ialah seseorang yang Malaikat Jibril Alaihissallam datang dalam bentuk rupanya. Yakni Dihya.”[1]

Dihyah bin Khalîfah al-Kalbi Radhiyallahu anhu adalah salah satu di antara para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah lama masuk Islam. Beliau masuk Islam sebelum perang Badar. Akan tetapi, dalam peperangan itu, beliau belum sempat mengikutinya. Baru, setelah peperangan itu, beliau tidak pernah absen dalam jihad di medan peperangan.[2]

Dia juga salah seorang sahabat Rasulullah yang masyhur. Dia dikaruniani Allah berupa keutamaan yang tidak dimiliki sahabat lainnya. Di antara keutamaan yang beliau miliki, yaitu Malaikat Jibril Alahissallamseringkali datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam wujud menyerupai dirinya. Imam an-Nasaa`i meriwayatkan dengan sanad yang shahîh dari Yahya bin Ya’mur rahimahullah dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma :

كَانَ جِبْرَائِيْلُ يَأْتِيْ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ فِيْ صُوْرَةِ دِحْيَةَ الْكَلْبِيِّ.

Malaikat Jibril Alaihissallam mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam rupa Dihyah al-Kalbi.

Dalam hadits lain disebutkan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ قَالَ عُرِضَ عَلَيَّ الْأَنْبِيَاءُ فَإِذَا مُوسَى ضَرْبٌ مِنْ الرِّجَالِ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ شَنُوءَةَ وَرَأَيْتُ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَام فَإِذَا أَقْرَبُ مَنْ رَأَيْتُ بِهِ شَبَهًا عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ وَرَأَيْتُ إِبْرَاهِيمَ صَلَوَاتُ اللَّهِ عَلَيْهِ فَإِذَا أَقْرَبُ مَنْ رَأَيْتُ بِهِ شَبَهًا صَاحِبُكُمْ يَعْنِي نَفْسَهُ وَرَأَيْتُ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام فَإِذَا أَقْرَبُ مَنْ رَأَيْتُ بِهِ شَبَهًا دَحْيَةُ ((مسلم الإسراء برسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ 1/395))

Dari Jâbir Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Telah diperlihatkan kepadaku para nabi, maka aku melihat Musa Alaihissallam adalah seorang laki-laki yang kuat, seakan-akan dia adalah lelaki dari kaum Syanû’ah. Dan aku melihat Isa bin Maryam Alaihissallam dan yang paling mirip dengannya di antara yang pernah aku lihat, adalah Urwah bin Mas’ud. Dan aku melihat Ibrâhîm Alaihissallam, dan yang paling mirip dengannya di antara yang pernah aku lihat ialah sahabat kalian –yaitu diri beliau sendiri– dan aku pun melihat Jibril Alaihissallam, dan yang paling mirip dengannya di antara yang pernah aku lihat adalah Dihyah”. [HR Muslim].

Baca Juga Sekilas Tentang Syaikh Ali Hasan al-Halabi

عن أَبي عُثْمَانَ قَالَ أُنْبِئْتُ أَنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ وَعِنْدَهُ أُمُّ سَلَمَةَ فَجَعَلَ يُحَدِّثُ ثُمَّ قَامَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ لِأُمِّ سَلَمَةَ مَنْ هَذَا أَوْ كَمَا قَالَ قَالَ قَالَتْ هَذَا دِحْيَةُ قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ ايْمُ اللَّهِ مَا حَسِبْتُهُ إِلَّا إِيَّاهُ حَتَّى سَمِعْتُ خُطْبَةَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ يُخْبِرُ جِبْرِيلَ أَوْ كَمَا قَال. ((صحيح البخاري باب علامات النبوة في الإسلام كتاب المناقب 3362))

Dari Abu ‘Utsman, ia berkata: “Telah diberitakan kepadaku bahwa Malaikat Jibril Alaihissallam datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Ummu Salamah sedang bersama beliau. Maka, dia pun berbicara lantas berdiri, sehingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata kepada Ummu Salamah: ‘Siapakah ini?’ – atau seperti ucapan beliau – lantas Ummu Salamah pun berkata: ‘Ini adalah Dihyah’. Ummu Salamah berkata: ‘Demi Allah, sungguh aku mengira, ia adalah Dihyah, sampai aku mendengar khutbah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengabarkan bahwa dia adalah Malaikat Jibril Alaihissallam‘.”[3]

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirimkan surat-surat seruan memeluk Islam kepada para raja, kisra dan kaisar, yaitu pada akhir tahun ke enam hijriah, Dihyah termasuk salah satu delegasi yang ditugaskan. Adapun tugas yang diberikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Dihyah, yaitu agar ia menyampaikan surat beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Hiraklius kaisar Romawi.

Dalam satu riwayat disebutkan:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَـا أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَتَبَ إِلَى قَيْصَرَ يَدْعُوهُ إِلَى الْإِسْلَامِ وَبَعَثَ بِكِتَابِهِ إِلَيْهِ مَعَ دِحْيَةَ الْكَلْبِيِّ وَأَمَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ أَنْ يَدْفَعَهُ إِلَى عَظِيمِ بُصْرَى لِيَدْفَعَهُ إِلَى قَيْصَرَ ((صحيح البخاري كتاب الجهاد والسير باب دعاء النبي الناس إلى الإسلام))

Baca Juga Keteguhan Dan Keistiqamahan Bilâl Radhiyallahu Anhu Berbuah Surga

Dari ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menulis surat kepada kaisar untuk mengajaknya masuk Islam. Beliau pun mengutus Dihyah al-Kalbi untuk menyampaikan suratnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memintanya supaya menyerahkan surat tersebut kepada penguasa kota Bushra, agar ia menyampaikannya kepada kaisar.[4]

Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan di dalam al-Bidayah wa an-Nihayah, sepulang dari menemui kaisar – dan Dihyah mendapatkan hadiah yang banyak dari kaisar – ketika ia telah sampai di daerah Hisma, ia dihadang oleh sekelompok orang dan mereka pun mengambil semua yang ada padanya. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Zaid bin Haritsah Radhiyallahu anhu untuk memerangi mereka.[5]

Demikian, sekilas kisah Dihyah bin Khalîfah al-Kalbi Radhiyallahu anhu. Pada masa hidupnya, beliau tinggal di daerah Mizzah di Damaskus, dan beliau hidup hingga sampai masa kekhilafahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Semoga keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa tercurahkan pada sahabat yang mulia ini. (Ustadz Ahmad Danil).

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun XII/1429H/2008M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl9 Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

_______

Footnote

[1]. Al-Ishâbah, Ibnu Hajar, hlm. 371. no 2474.

[2]. Thabaqât, Ibni Sa’ad, 4/249.

[3]. Shahîh al-Bukhâri, kitab al-Manâqib, Baab: ‘Alâmâtin-Nubuwwah fil-Islâm.

[4]. Shahîh al-Bukhâri, kitab al-Jihâd was-Siyar, Bab: Du’â’in-Nabiyyi an-Nâsa ilal Islâm.

[5]. Al-Bidayah wan-Nihayah, Ibnu Katsir, 6/242.



'UBAIDULLAH BIN FADLOLAH BIN IBRAHIM AN NASA'IY [عبيد الله بن فضالة بن إبراهيم النسائي]

'Ubaidullah bin Fadlolah bin Ibrahim An Nasa'iy 
(Abu Qudaid, laqab: ), 

beliau adalah Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan, 
hidup di , 
wafat di (241 H).

Jumlah hadis: 

Bukhari 0, Muslim 0, Tirmidzi 0, Abu Dawud 0, Nasa'i 15, 
Ibnu Majah 0, Darimi 0, Ahmad 0, Malik 0

Komentar ulama:

Abu Hatim: shalih
An Nasa'i: tsiqah ma`mun
Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar: tsiqah tsabat
Adz Dzahabi: Hafizh

HARUN BIN 'ABDULLAH BIN MARWAN [هارون بن عبد الله بن مروان الحمال]

Harun bin 'Abdullah bin Marwan Al Baghdadiy Al Bazzaz 
(Abu Musa, laqab: Al Hammal), 
beliau adalah Tabi'ul Atba' kalangan tua, 
hidup di Baghdad, 
wafat di (243 H).

Jumlah hadis: 

Bukhari 0, Muslim 78, Tirmidzi 8, Abu Dawud 59, 
Nasa'i 62, Ibnu Majah 13, Darimi 1, Ahmad 0, Malik 0

Komentar ulama:

Abu Hatim: Shaduuq
An Nasa'i: Tsiqah
Ibnu Hibban: disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani: Tsiqah
Adz Dzahabi: tsiqoh hafidz